Kimi Antonelli menorehkan sejarah baru di dunia Formula 1 saat menjadi juara dunia termuda sepanjang masa di Grand Prix Meksiko 2026. Meski sudah dipastikan bakal juara setelah performa impresifnya di Austin, Antonelli mengaku justru lebih tegang di Meksiko.
“Di Austin, saya lebih agresif dan fokus saat itu. Tapi di kualifikasi di Meksiko saya agak tegang dan cara saya mengemudi juga kurang intens. Itu tidak mudah,” ungkap Antonelli secara jujur.
Belajar dari Tegangan, Aksi Nekat di Lintasan
Ketegangan itu juga sempat terbawa hingga balapan. Pada awal, Antonelli bermain aman dengan memberi ruang lebih banyak dan hati-hati. Namun saat mengetahui kecepatan mobilnya cukup kuat, dia berani mengambil risiko, terutama setelah insiden red flag membuat semuanya seperti kembali ke posisi nol.
“Saat itu saya pikir, ‘Sudah saatnya lebih berani.’ Saya dapat peluang naik posisi dan manuver menyalip Charles Leclerc jadi kunci untuk saya naik podium,” cerita Antonelli soal momen penting balapan.
Di dua lap terakhir, ketiga pembalap terdepan berada dalam jarak dua detik dan saling menekan tanpa henti. Antonelli mengaku susah menyalip tapi balapannya sangat menyenangkan karena intensitasnya tinggi.
Emosi di Lap Terakhir dan Podium Sejarah
Antonelli akhirnya finis hanya empat detik di belakang pemenang balapan, Max Verstappen. Saat putaran terakhir, ia mengaku hampir kehilangan fokus karena terharu hingga memilih menurunkan kecepatan demi memastikan finish aman.
“Lap terakhir saya mundur karena pandangan mulai kabur dan saya mulai menangis. Saya lihat dua Ferrari juga bikin saya makin emosional. Banyak kenangan sejak masa karting terlintas di kepala,” ungkap juara dunia baru itu.
Di podium, Antonelli mendapatkan momen spesial lain: berdiri bersama dua legenda F1, Lewis Hamilton dan Max Verstappen. Ia merasa ini adalah hadiah terbaik untuk gelar dunia pertamanya.
“Saya pasti akan cetak foto ini dan pasang di rumah. Melihat dua pembalap hebat yang sudah buat sejarah memberikan rasa hormat luar biasa. Ini momen yang bakal selalu saya ingat,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Kenangan dan Lagu dari Kakek yang Mengharukan
Setelah upacara podium, suasana semakin haru saat dua lagu Italia, “Nessun Dorma” dan “Sarà, perché ti amo” diputar. Lagu pertama sangat berkesan bagi Antonelli karena biasa didengarkan oleh kakeknya.
“Lagu itu mengingatkan saya pada kakek yang selalu dengarkan. Saya yakin dia pasti bangga,” katanya sambil menumpahkan air mata yang membuat media ikut terharu.
“Hari ini saya sudah menangis terlalu banyak, tapi itu baik-baik saja. Saya sangat bahagia untuk kakek saya juga,” tambahnya sambil tersenyum.
Dari Anak Muda ke Sejarah F1
Kimi Antonelli sudah membuktikan bahwa meski muda, dia mampu bertarung dan mengalahkan para legenda F1. Moment podium bareng Hamilton dan Verstappen tentu jadi kenangan yang akan ia pelihara selamanya. Dengan kombinasi keberanian di lintasan dan emosi tulus, Antonelli berhasil menutup satu babak penting dalam dunia balap dengan cara yang luar biasa.






