Max Verstappen memilih mengakhiri sesi latihan bebas kedua GP Brasil lebih awal, dan Red Bull pun memberikan penjelasan terkait keputusan tersebut. Meski menyelesaikan dua sesi latihan hari Jumat di Interlagos di posisi ketiga, ada beberapa masalah teknis yang dialami juara dunia empat kali ini.
Verstappen dan Masalah Teknis di Latihan Bebas
Di sesi pertama, Verstappen mengeluh soal downshift yang tetap jadi masalah berulang di mobil Red Bull RB22. Selain itu, mendekati akhir sesi, pembalap asal Belanda ini menghadapi kendala pada power steering yang membuatnya harus ekstra kerja keras mengendalikan mobil.
Red Bull menemukan bahwa mobil masih punya potensi besar untuk bersaing di depan. Namun, saat latihan bebas kedua, Verstappen cukup menghibur dengan reaksi lucunya lewat radio tim saat menerima instruksi dari Tom Hart, yang kembali menjadi race engineer-nya menggantikan Gianpiero Lambiase untuk akhir pekan ini.
Hart memberi tahu soal penyesuaian pada power unit dan gearbox tanpa ada tindakan dari Verstappen di kokpit. Perlahan Max menjawab dengan nada setengah bercanda, “Apa maksudnya? Aku harus ngobrol sama mesin sendiri? Aku kira aku harus bilang, ‘Hei kopling, aku lagi switch! Kalau tidak, kamu bakal kena hukuman!’”
Kenapa Verstappen Pulang Lebih Cepat?
Hal yang paling menarik adalah keputusan Verstappen untuk meninggalkan lintasan dengan sisa waktu latihan lebih dari enam menit. Pilot Red Bull itu memilih kembali ke pit secara sukarela, yang kemudian dikonfirmasi lewat radio tim.
Kepala strategi balap Red Bull, Hannah Schmitz, menjelaskan alasannya, “Kami menemukan banyak ketidakkonsistenan saat long run dan merasa tidak ada manfaatnya melanjutkan. Data yang ingin kami dapatkan sudah cukup, dan kami tahu apa yang akan kami ubah untuk besok. Jadi kami memutuskan langsung fokus ke itu.”
Menariknya, keputusan ini juga berarti Verstappen melewatkan kesempatan melakukan latihan start grid, hal yang biasanya penting karena tikungan awal di Autodromo José Carlos Pace cenderung menanjak. Padahal, tahun ini performa start Red Bull kadang belum maksimal.
Setelah turun dari mobil, terlihat para mekanik langsung memeriksa RB22 Verstappen dengan teliti.
Prospek Red Bull dan Tantangan Cuaca
Meski ada kendala teknis, Schmitz yakin Red Bull masih punya potensi besar buat balapan, apalagi Verstappen berhasil menang di tiga dari empat balapan terakhir. Namun, perubahan suhu dan peluang hujan jadi variabel yang bikin sulit memprediksi hasil dari data latihan.
“Hari ini kami coba memahami performa ketiga jenis ban. Semua tim papan atas hampir coba semua ban karena perbedaannya tipis dan banyak faktor preferensi pengemudi,” jelas Schmitz. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca akhir pekan ini sangat berbeda, sehingga harus hati-hati dalam menerjemahkan data latihan ke strategi balapan nanti.
Pandangan Singkat
Keputusan Verstappen berhenti lebih awal menunjukkan Red Bull fokus mengasah mobil untuk performa maksimal di balapan, bukan cuma sesi latihan. Ini berpotensi bikin strategi mereka lebih matang, apalagi menghadapi cuaca tak menentu di Interlagos.






