Laurent Mekies, Team Principal Red Bull, memprediksi GP Meksiko akan jadi balapan “one-off” yang bisa mengacak posisi kompetitif para tim. Mekies juga mengungkap kabar terbaru soal terowongan angin (wind tunnel) baru Red Bull yang sedang dibangun di markas mereka.
GP Meksiko: Tantangan Unik di Ketinggian 2 Km Lebih
Di konferensi pers usai sesi FP1 di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mekies bilang kalau altitude tinggi di Meksiko, yang mencapai lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, bikin tantangan cukup berbeda. Udara yang lebih tipis bikin performa mesin dan pengaturan pendinginan jadi sangat krusial.
“Saya rasa sejauh ini tidak ada masalah tak terduga berkaitan dengan ketinggian,” kata Mekies ketika ditanya soal pengaruh altitude pada power unit Red Bull. Ia menjelaskan ada masalah kecil dengan power unit saat sesi pagi yang dialami Isack Hadjar, tapi itu bukan akibat ketinggian.
Mekies bilang situasi ini bisa membuat gambaran persaingan di GP Meksiko berbeda dari putaran sebelumnya. Namun, dia mengaku belum tahu apakah Red Bull akan dapat keuntungan atau malah dirugikan oleh kondisi ini. “Kami tidak tahu apakah kami akan punya keunggulan atau kerugian di akhir pekan ini. Waktulah yang akan menjawabnya. Tapi ada dampak cukup besar di performa mesin dan chassis yang tercermin di race ini,” ujarnya.
Menurut Mekies, semua tim harus menyeimbangkan antara performa dan daya tahan mobil di lingkungan yang sangat menantang ini. “Semua pihak tidak akan bisa bekerja optimal di banyak hal — baik dari sisi power unit karena altitude, maupun chassis karena temperatur. Kita semua harus siap mengorbankan sesuatu supaya mobil dan mesin bisa bertahan.”
Update Wind Tunnel Baru Red Bull
Selain soal GP Meksiko, Mekies membagikan info terbaru tentang terowongan angin Red Bull yang baru. Fasilitas canggih ini sedang dibangun di markas Red Bull di Milton Keynes dan bakal menggantikan wind tunnel lama mereka di Bedford yang sudah sangat tua.
Mekies menyebutkan wind tunnel lama Red Bull memang sudah menghasilkan hasil luar biasa selama beberapa tahun terakhir, tapi usianya sudah yang paling tua di grid F1. “Kalau beralih ke fasilitas terbaru, tentu ada harapan mendapat keunggulan kompetitif,” kata Mekies. Meski efeknya tidak langsung terasa saat fasilitas baru mulai digunakan, namun diyakini akan membuka potensi baru dan memberi tim aero ruang lebih untuk berinovasi.
Soal jadwal operasional, Mekies mengatakan, wind tunnel baru belum siap, tapi kemungkinan mulai aktif tahun 2027. “Bisa jadi di kuartal pertama, kedua, atau ketiga, kita lihat berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk kalibrasi dan pengujian. Biasanya akan dipakai untuk pengembangan mobil paruh kedua 2027 dan sebagian besar 2028,” jelasnya.
Ini melengkapi komentar Max Verstappen yang beberapa waktu lalu menyindir wind tunnel lama Red Bull sambil bercanda bahwa fasilitasnya terasa seperti “dari zaman Perang Dunia II”. Dia berharap tim bisa makin maju setelah punya fasilitas baru ini.
Walau belum akan langsung berdampak besar, Mekies yakin wind tunnel baru bakal kasi keuntungan besar dalam jangka panjang saat Red Bull mencoba terus memperkuat tenaganya di F1.
Lompatan Besar di Tengah Tantangan Meksiko
Prediksi Mekies soal GP Meksiko bakal jadi balapan unik sangat menarik, terutama karena altitude dan suhu ekstrem bisa menggoyang peta persaingan. Sementara itu, kabar wind tunnel anyar siap hadir tahun 2027 jadi angin segar yang bisa memberi Red Bull keunggulan baru, meski belum terasa saat ini. Jadi, seru buat disimak gimana Red Bull bakal beradaptasi di trek tinggi dan memaksimalkan fasilitas canggih mereka ke depan.






