Ketegangan antara Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di Ferrari jadi sorotan usai insiden di GP Meksiko yang bikin tim kehilangan peluang juara ganda. Setelah balapan, Hamilton bilang Ferrari “harus ngobrol serius secara tertutup” soal pertarungan sengit yang malah bikin mereka kehilangan kemenangan.
Drama Duel Hamilton vs Leclerc di Tikungan Pertama
Kontroversi berawal di lap pertama GP Meksiko saat Hamilton dan Leclerc saling bersaing ketat hingga berujung saling dorong. Sang juara dunia asal Mercedes, Kimi Antonelli, jadi juara termuda F1 setelah finis ketiga, sementara Max Verstappen dari Red Bull mengunci kemenangan. Namun yang jadi perhatian utama adalah drama di dalam tim Ferrari.
Hamilton merasa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan atau paling tidak posisi satu-dua jika kedua pembalapnya bisa kerja sama di awal balapan. “Kalau rekan satu timmu malah melawan kamu dan bikin kehilangan posisi, jelas rasanya berat,” ujar Hamilton.
Sementara itu, bos tim Ferrari, Frederic Vasseur, juga mengakui kekesalannya karena potensi hasil satu-dua gagal diraih. Leclerc sendiri mengatakan, “Ini butuh dua orang. Aku juga bisa protes soal dia yang memaksa aku keluar lintasan di tikungan pertama, tapi begitulah balapan. Kalau kamu rebutan kemenangan, ini cara yang seharusnya.”
Leclerc juga menambahkan bahwa kesalahan yang terjadi di tikungan keempat dialami keduanya tanpa kontak, sehingga membuka celah Verstappen untuk menyalip. “Jadi ini seharusnya bukan hal yang terlalu besar untuk dibahas,” katanya.
Sulitnya Mengatur Dua Pembalap Unggulan di Ferrari
Momen ini bukan pertama kalinya konflik antar pembalap Ferrari jadi masalah tahun ini. Frederic Vasseur tampaknya belum menemukan cara yang efektif untuk mengelola persaingan ini agar kedua pembalap bisa menerima keputusan tim.
Situasinya rumit karena Hamilton lebih fokus pada hasil tim, sedangkan Leclerc utamanya ingin tetap bebas berkompetisi untuk menang. Pada akhirnya, akibat insiden itu, hasil tim jadi terganggu dan kemenangan hilang begitu saja.
Kalau Verstappen tidak berada di antara mereka usai insiden, Leclerc sebenarnya bisa mengembalikan posisi kepada Hamilton sesuai aturan yang berlaku. Namun kenyataannya Verstappen sudah menyusul, sehingga pilihan realistis Leclerc hanya melanjutkan balapan di depan Hamilton.
Vasseur pun dihadapkan dilema; bagaimana memprioritaskan kemenangan tim, sementara para pembalap juga punya ambisi menang secara individu. Ketika Ferrari punya mobil yang benar-benar kompetitif untuk juara, tantangan ini malah bakal makin besar.
Perbandingan Regulasi Antar Tim dan Tantangan Ferrari
McLaren, misalnya, sudah punya aturan internal menangani kompetisi antar pembalapnya seperti Lando Norris dan Oscar Piastri dengan lebih rapi, meski masih ada kendala seperti kecelakaan pada sprint di Singapura tahun lalu. Namun jika Vasseur melarang balapan ketat sejak lap pertama di GP Meksiko, itu artinya Leclerc harus rela memberi Hamilton kemenangan, yang pasti sulit untuk diterima pembalap ambisius seperti dia.
Hamilton sendiri menyebut setelah balapan kalau Ferrari “tidak punya aturan main yang jelas, dan apakah itu bakal mengubah sikap Charles, saya tidak tahu”. Sedangkan McLaren punya aturan yang jelas, termasuk larangan menabrak sesama pembalap dan menempatkan hasil tim di atas segalanya. Tetapi dalam situasi balapan langsung seperti ini, aturan ketat sangat sulit diterapkan secara efektif.
Hamilton menutup pembahasannya dengan berkata, “Kita harus cari solusi. Tapi jelas, ada yang harus diubah.”
Sudut Pandang Singkat soal Perseteruan Ferrari di GP Meksiko
Kelihatannya konflik di Ferrari bakal makin rumit jika mereka benar-benar punya mobil untuk juara dunia, karena ambisi Leclerc dan Hamilton sama besarnya. Vasseur harus cepat cari cara buat atur rivalitas ini supaya tidak mengorbankan hasil tim. Situasi ini bikin GP Meksiko jadi contoh nyata masalah menghambar performa Ferrari akibat persaingan internal yang belum tuntas.






