Kimi Antonelli tampaknya akan menjadi lebih dari sekadar juara dunia termuda di Formula 1 jika benar-benar berhasil mengunci gelar juara dunia musim 2026 pada balapan GP Meksiko yang akan digelar nanti. Pembalap berusia 20 tahun ini cuma butuh dua poin lagi, atau setara dengan finis di posisi sembilan, dalam sisa balapan musim untuk memastikan gelar juaranya.
Sementara itu, rival matematika Antonelli, George Russell dan Lewis Hamilton, harus menang di semua sisa balapan musim ini agar bisa mengejar gelar juara.
Antonelli dan Kecepatan Meraih Gelar
Secara statistik, kampanye Antonelli sudah terlihat berbeda dibanding juara debutan lain dalam sejarah F1. Jika nantinya Antonelli jadi juara di seri ke-19, dia akan resmi mengakhiri musim dengan 82,6% putaran musim selesai. Dari semua juara dunia pertama kali, itu termasuk yang tercepat kelima untuk memastikan gelar sebelum musim benar-benar usai.
Antonelli bisa mempertahankan posisi ini walau musim berlangsung 22 seri, karena perhitungannya tetap menunjukkan dia salah satu yang paling cepat menutup perburuan gelar.
Beberapa nama yang lebih cepat dari Antonelli adalah Nigel Mansell yang juara pada 1992 dengan 68,8% musim selesai, meski dia sudah beberapa kali terlibat dalam perebutan gelar sejak 1986. Jim Clark pada 1963 dan Jackie Stewart pada 1969 juga masuk dalam daftar juara yang meraih gelar sebelum musim benar-benar usai, dengan 70% dan 72,5% musim berlangsung saat mereka menjuarai.
Satu-satunya pembalap yang lebih cepat dari Antonelli adalah Alberto Ascari saat juara dunia 1952 yang kala itu memakai mesin Formula 2, dengan 75% musim selesai.
Masuk Daftar Elit Juara Awal
Antonelli berpeluang jadi salah satu dari hanya tiga pembalap dalam 30 tahun terakhir yang memastikan gelar juara perdananya sebelum balapan terakhir. Dia akan bergabung dengan Fernando Alonso yang juara 2005 dengan 89,5% musim selesai dan Jenson Button di 2009 dengan 94,1% putaran musim selesai.
Walau gelar-gelar tersebut didapat dengan mobil yang berbeda dan persaingan yang bermacam-macam, Antonelli juga terbilang menyapu gelar dengan cukup mudah jika dibandingkan dengan beberapa juara pertama yang lain.
Misalnya, kejuaraan Alain Prost di 1985 yang sudah dimenangkan dua balapan sebelum musim selesai, sempat ada persaingan ketat dengan Michele Alboreto dari Ferrari. Sedangkan Alan Jones, Button, Senna di 1988, serta Alonso mengalami pertarungan gelar yang sengit sampai pekan-pekan menjelang akhir musim.
Meskipun dominasi Mercedes jelas memainkan peran besar dalam musim ini, performa George Russell di mobil kedua tim menunjukkan kalau tanpa kehebatan Antonelli, musim ini bisa jadi sangat berbeda.
Intip Peluang Antonelli di GP Meksiko
Kimi Antonelli sudah sangat dekat dengan gelar juara dunia F1 termuda dan tercepat musim 2026. Melihat performanya yang sudah sangat matang, penyelesaian gelar di GP Meksiko nanti kelihatan makin realistis. Meski Mercedes dan Russell sempat kejar-kejaran, Antonelli tetap nyaman di puncak klasemen dan menunjukkan kalau musim ini memang miliknya.






