Frederic Vasseur: Siapa yang Benar-benar Gagal Tidur Setelah GP Meksiko?
Frederic Vasseur, bos besar Ferrari, jelas punya beban pikiran berat usai insiden di lap pertama GP Meksiko yang melibatkan dua pembalap utamanya, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Saat sesi media pasca-balapan, Vasseur sempat tertawa lepas saat ditanya tentang suasana tegang usai tabrakan itu, lalu buru-buru menutup pembicaraan dengan, “Saya tidak akan komentar lagi soal situasi ini. Saya harus bicara langsung dengan mereka.”
Kejadian ini bikin Vasseur harus hadapi situasi sulit di balik layar karena ketegangan antara kedua pembalapnya masih memuncak. Hamilton yang marah besar bahkan sempat masuk ke garasi Ferrari tanpa melepas helm, memberi sinyal bahwa suasana tim tidak kondusif sama sekali. Meski di depan kamera dia bisa tetap tenang, beberapa pernyataannya seperti, “Fred sudah berusaha sebaik mungkin,” dan “Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan, soalnya sampai sekarang belum ada langkah nyata,” jelas menyiratkan ketidakpuasan terhadap manajemen Ferrari.
Debat Panas Soal Siapa yang Salah
Diskusi soal siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan di Tikungan 4 antara Leclerc dan Hamilton ramai di berbagai tayangan internasional. Analis Sky UK, Karun Chandhok, bahkan bilang Leclerc hampir tidak mencoba menginjak rem di titik pengereman tikungan itu. Pendapat serupa juga muncul dari Ralf Schumacher yang menyebut “Salah satu pembalap bisa melewati tikungan, yang lainnya malah lurus terus.” Alexander Wurz dari ORF Austria pun menilai Hamilton tidak seharusnya memberi ruang terlalu besar, dan Leclerc kurang punya alasan buat manuver seperti itu.
Sementara itu, Niels Wittich mantan direktur balap FIA yang hadir di Sky Jerman berharap hukuman untuk Leclerc jauh lebih berat daripada penalti lima detik yang akhirnya dijatuhkan, ia bilang, “Menurut saya harusnya sepuluh detik, karena tidak ada alasan meringankan.”
Krisis Kepemimpinan di Ferrari yang Makin Mendesak
Vasseur kini menghadapi tantangan besar memimpin dua superstar yang saling bersaing ketat. Pertarungan antara Leclerc dan Hamilton sebenarnya sempat terlihat lebih condong ke arah Leclerc di sepanjang 2025, tapi kehadiran Hamilton yang masih punya karakter juara membuat situasinya belum usai.
Saat race terhenti karena kecelakaan Valtteri Bottas, kamera merekam momen Toto Wolff, bos Mercedes dan teman lama Vasseur, menyambangi pit wall Ferrari untuk memberi dukungan atau mungkin saran soal cara menghadapi emosi Hamilton. Namun, wawancara belum sempat menjelaskan apa isi pembicaraan tersebut.
Dari sisi Ferrari, Vasseur menegaskan pentingnya “rasa hormat” dalam tim. Ia bilang, “Mereka tidak bekerja untuk diri sendiri, tapi untuk banyak orang, termasuk 2.000 staf yang kerja keras siang malam demi upgrade mobil.” Dari sudut pandang Ferrari, minim konflik dalam tim adalah kunci.
Radio Tim yang Berdiam Diri Jadi Sorotan
Salah satu masalah mencolok dari insiden ini adalah bagaimana komunikasi tim Ferrari kepada Leclerc langsung setelah tabrakan. Sang pembalap sempat bertanya lewat radio, “Saya terdorong keluar lintasan, saya harus gimana sekarang?” tapi tak ada jawaban dari tim. Baru setelah lap selesai, engineer memberikan instruksi, “Diizinkan untuk menyalip, Verstappen 0,8 detik di belakang,” dan “Belum ada tindakan, terus tekan”. Ini menarik karena FIA sudah memberi peringatan kepada semua tim agar posisi dikembalikan segera jika terjadi insiden seperti itu.
Ketegangan Berpotensi Memanas di Dalam Tim
Leclerc dan Hamilton jelas bersaing untuk memimpin Ferrari ke depan. Jika Vasseur bisa meredam ketegangan ini, dan Leclerc datang ke Sao Paulo dengan sikap maaf yang membuka jalan bagi Hamilton menerima kekalahan, mungkin keluarlah aturan internal tim yang selama ini Hamilton minta. Tapi jika tidak, dan masing-masing pihak tetap kukuh pada posisi mereka, bisa-bisa konflik internal ini malah makin tajam.
Situasi ini mengingatkan perlunya pengalaman seperti yang dimiliki Wolff dalam menghadapi rivalitas Hamilton-Rosberg dulu, karena Vasseur sepertinya harus segera belajar cara mengelola dinamika dua bintang besar demi masa depan Ferrari.
Prediksi Singkat
Vasseur harus cepat bergerak untuk memperbaiki komunikasi yang sempat gagal di GP Meksiko agar situasi tidak makin runyam. Kalau Leclerc dan Hamilton masih terus bersitegang, bisa-bisa malah bikin performa Ferrari turun di balapan berikutnya. Momen ini jadi ujian penting buat kemampuan memimpin Vasseur, khususnya dalam meredakan ketegangan super ketat di dalam tim.






