Kimi Antonelli mengukir sejarah setelah memastikan gelar juara dunia Formula 1 pertamanya di GP Meksiko 2026 dengan podium yang mengesankan. Sementara itu, Max Verstappen berhasil menepis tantangan Ferrari dan Lewis Hamilton untuk merebut kemenangan dalam balapan penuh drama di Mexico City.
Kimi Antonelli, Juara Termuda F1 dengan Podium Spektakuler
Antonelli, pebalap muda Mercedes berusia 20 tahun, sudah terlihat bakal menjuarai gelar dunia di GP Meksiko, asalkan ia finis di posisi kesembilan atau lebih tinggi tanpa peduli posisi rival utamanya George Russell atau Lewis Hamilton. Memulai balapan dari posisi keempat, Antonelli mampu menjaga konsistensi lewat fase awal balapan dan mengikuti jejak para pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, serta Max Verstappen yang akhirnya keluar sebagai pemenang.
Mercedes sempat mempertahankan Antonelli di lintasan saat sebagian besar pembalap masuk pit menunggu momen Safety Car yang akhirnya hadir—meski muncul satu lap setelah Antonelli menjalani pit stop. Setelah Safety Car berubah menjadi red flag karena perbaikan pembatas lintasan, Antonelli kembali harus menghadapi standing start dari posisi keempat yang berhasil dia lalui tanpa masalah. Bahkan dia berhasil mengambil satu posisi setelah mengovercek Leclerc dengan percaya diri saat tikungan pertama.
Antonelli pun menguntit Verstappen dan Hamilton hingga bendera finish dikibarkan. Dengan gelar ini, ia menjadi juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1 sekaligus juara Italia pertama sejak era Alberto Ascari tahun 1953. “Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di sini, tanpa Mercedes, tanpa keluarga saya. Saya sangat bersyukur untuk momen ini. Saya masih mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi,” kata Antonelli. “Musim ini luar biasa, dan berdiri di podium bersama Max dan Lewis benar-benar tak terbayangkan.”
Drama Ferrari: Rivalitas dan Keributan di Tikungan Pertama
Sisi lain yang menarik di GP Meksiko adalah bagaimana Ferrari nyaris kehilangan kesempatan meraih kemenangan. Lewis Hamilton, yang mencetak pole position pertamanya bersama Scuderia, awalnya memimpin saat balapan berjalan ke tikungan pertama. Namun sang rekan setim, Charles Leclerc, langsung menantang dari sisi luar dan keduanya sempat bersaing ketat. Sayangnya, duel itu berakhir dengan keduanya keluar lintasan di tikungan 4, dengan Leclerc memotong rumput untuk mengambil alih posisi terdepan, sedangkan Hamilton turun ke posisi di belakang Verstappen.
Leclerc kemudian mendapat penalti waktu lima detik terkait insiden tersebut, yang membuatnya kehilangan posisi terdepan saat memasuki pit bersama Verstappen. Di restart balapan, Hamilton sempat menyalip Leclerc kembali dan terus menempel Verstappen sampai bendera finish, tapi sepertinya dia kurang puas dengan cara Leclerc bertarung. Leclerc pun mengaku menerima penalti tersebut sebagai konsekuensi yang pantas. Fred Vasseur, Team Principal Ferrari, juga kesal dan menyebut insiden tersebut sebagai “kurangnya rasa hormat kepada semua orang yang bekerja keras.” Ia menegaskan akan menyelesaikan masalah itu di dalam tim.
Max Verstappen: Jawara Balapan yang Tak Terkalahkan
Dalam balapan yang ramai cerita ini, Max Verstappen keluar sebagai pemenang untuk keenam kalinya di GP Meksiko. Start dari posisi kelima, Verstappen mendapat keuntungan dari pertarungan para pembalap Ferrari dan Hamilton sehingga bisa melompat naik ke depan. Ia mengambil alih pimpinan balapan saat Leclerc menjalani penalti waktu dan berhasil mempertahankan posisi setelah restart dari red flag yang disebabkan kecelakaan Valtteri Bottas karena kegagalan suspensi yang menabrak pembatas.
Verstappen juga sukses menahan serangan Hamilton di restart akhir yang terjadi setelah Safety Car keluar lagi karena tabrakan antara Arvid Lindblad dan Oscar Piastri. Dengan margin tipis 0,7 detik, Verstappen menyeberang garis finish duluan. Kemenangan ketiganya dalam empat Grand Prix terakhir membuat Verstappen melesat ke posisi kedua klasemen pembalap dengan 149 poin, unggul dua poin dari Hamilton.
George Russell dan Mercedes: Nasib Buruk di Tengah Perayaan Antonelli
George Russell mengalami balapan sulit di GP Meksiko. Setelah start dari posisi kedua, ia langsung kehilangan beberapa posisi akibat masalah pada sistem energi mobilnya dan finis di posisi keenam. Masalah makin pelik saat ia bersenggolan dengan Isack Hadjar di tikungan 6 yang menyebabkan Hadjar terpeleset dan membuat Russell harus menerima penalti 10 detik. Hasil ini membuat Russell turun ke posisi keempat klasemen pembalap.
Toto Wolff, bos Mercedes, mengakui bahwa tim telah mengecewakan Russell karena masalah teknis yang dialaminya. “Saya rasa George sedang berjuang untuk kemenangan di sini tapi energi kurang dan itu merusak balapnya,” ujar Wolff. Ia juga mengakui momen melihat Antonelli jadi juara adalah hal yang sulit bagi Russell.
Debut Ryo Hirakawa di Haas yang Tak Terduga dan Berbuah Poin
Ryo Hirakawa datang ke GP Meksiko hanya dengan tugas mengikuti sesi FP1 bersama Haas, tapi tiba-tiba ia mendapat promosi jadi pembalap utama setelah Esteban Ocon digantikan usai sesi latihan kedua. Dalam debutnya, Hirakawa tampil cukup bagus dengan posisi kualifikasi 19, meskipun sempat terganggu kemacetan di lap terakhirnya.
Balapan hari Minggu jadi pengalaman berharga bagi pebalap Jepang itu yang tetap tenang di tengah banyak insiden. Dengan strategi ban soft saat Safety Car, Hirakawa bisa menyalip dua pembalap dan akhirnya finis di posisi ke-13. Namun, berkat deretan penalti pascabalapan, posisinya naik ke urutan ke-10 dan membuatnya meraih poin berharga di debut Grand Prix. “Saya belajar banyak dari pembalap lain. Ronde pertama memang berat, tapi setelah Safety Car saya lebih percaya diri dan bisa menyalip,” ujarnya.
Sisi kurang bagus dari Haas adalah Ollie Bearman yang harus menyerah lebih awal karena tabrakan dari belakang oleh Nico Hulkenberg, yang kemudian kena penalti. Bearman sedang berjuang peraih poin saat itu, jadi Haas setidaknya membawa pulang satu poin dari situasi ini.
Gimana Menurut Paddox
Kemenangan Verstappen dan gelar juara Antonelli di Meksiko bikin musim makin seru, apalagi drama Ferrari yang gagal maksimal. Kehadiran Hirakawa jadi kejutan manis bagi Haas, sementara Russell mesti sabar dengan nasibnya. Balapan di Meksiko memang selalu punya cerita unik, dan kali ini nggak beda jauh.






