Lewis Hamilton memberikan kritik pedas pada rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, menyebut sikap “all out atau nothing” Leclerc sebagai penyebab hilangnya kemenangan mudah di GP Meksiko. Sang juara dunia tujuh kali ini menilai mentalitas Leclerc yang mengedepankan menang atau kalah sendirian telah merugikan tim.
Start dari pole position di Autodromo Hermanos Rodriguez, Hamilton langsung menjadi yang terdepan, sementara Leclerc mulai posisi ketiga dan naik ke posisi kedua setelah George Russell kehilangan momentum di tikungan pertama. Namun masalah muncul saat Leclerc mencoba menyalip Hamilton di bagian luar tikungan kedua, sayangnya dia menyentuh kerb dan gagal merebut posisi tersebut.
Leclerc kembali berusaha di tikungan keempat dari luar, tapi ruang untuk mengambil posisi segera menghilang. Untuk menghindari benturan, Leclerc terpaksa memotong tikungan kelima, yang akhirnya membuatnya kena penalti lima detik sehingga posisi pimpinan balapan justru diambil alih Max Verstappen. Hamilton sendiri finis kedua, sementara Leclerc hanya keempat.
“Menang atau Kalah, Bukan Begini Cara Ferrari”
Hamilton dengan tegas mengatakan, “Ketika saya di Mercedes, saya sering memperhatikan pertarungan antara Charles dan Carlos [Sainz] di beberapa balapan. Mereka saling beradu hingga yang di depan bisa melaju jauh padahal mereka punya peluang untuk menang. Itu beda dengan posisi satu dan dua, kalau sampai kehilangan kemenangan, itu beda jauh.”
Menurut Hamilton, bukan soal usia karena Leclerc masih 28 tahun, tapi ini soal mentalitas untuk mengutamakan kemenangan secara individual dengan pola ‘menang sendiri atau tidak sama sekali’, sedangkan idealnya harus mengamankan posisi satu-dua secara bersama.
Perseteruan ini jadi titik panas terbaru setelah insiden-insiden yang terjadi di beberapa balapan terakhir. Mulai dari Zandvoort ketika Hamilton mengeluhkan kurangnya aturan tim yang jelas, hingga di Monza ketika Hamilton sempat terdorong ke gravel dan Leclerc tanpa ragu mengakui kesalahannya. Hamilton pun bilang “perlu pembicaraan serius” antara mereka.
Leclerc: “Kalau Ada Celah, Aku Selalu Coba”
Meski demikian, Leclerc tetap pada prinsipnya. Setelah balapan, dia bilang kepada Sky Sports, “Ada celah dan saat berjuang untuk menang, saya selalu mencoba melewati.”
Hamilton sendiri masih bingung akan bagaimana membahas isu ini dengan Leclerc dan tim, “Saya nggak yakin mau gimana ngobrolnya nanti. Saya senang bang, Charles baru saja juara, tapi di sisi lain saya juga kesal banget. Kita kehilangan poin berharga padahal tim sudah kerja keras.”
Hamilton menegaskan, kalau di tikungan keempat mereka cuma menjaga posisi masing-masing, hasil bisa saja berbeda. Sayangnya, situasi malah berubah dan mereka kehilangan posisi karena pertarungan antar pembalap sendiri. Ia menegaskan perlu ada perubahan aturan di dalam tim agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Fred Vasseur dan Tantangan Ferrari
Tanggapan Hamilton juga ditujukan untuk bos tim Ferrari, Fred Vasseur, yang menurutnya sudah berusaha tapi belum berhasil menengahi konflik ini. Hamilton mengakui Vasseur bahkan sempat gugup sebelum balapan dan ingin kedua pembalapnya tampil baik. Namun, asalkan Hamilton yang mengambil risiko justru merugikan tim, itu jadi beban tersendiri buatnya.
Dia menambahkan, “Kalau saya yang memimpin dan terjadi insiden seperti ini, itu nggak perlu banget. Kita sebenarnya punya kesempatan menang satu-dua yang besar hari ini, berkat upgrade mobil yang tim bawa.”
Hamilton pun belum yakin apa yang bisa dilakukan ke depannya, “Sampai sekarang belum ada aturan jelas soal ini. Jadi kita lihat saja nanti.”
Sudut Pandang Singkat
Situasi Ferrari masih jauh dari ideal, apalagi dengan mentalitas ‘menang sendiri atau tidak sama sekali’ yang diungkap Hamilton soal Leclerc. Konflik internal ini bisa menjadi beban nyata saat persaingan makin ketat seperti di GP Meksiko. Gara-gara sikap itu, peluang double podium terbuang sia-sia di lintasan yang seharusnya bisa dikendalikan. Ferrari harus segera cari solusi supaya drama antara pembalap tidak merusak hasil tim secara keseluruhan.






