Pete Bonnington, kepala Race Engineering yang jadi sosok kunci di balik kesuksesan Kimi Antonelli, memilih tiga balapan terbaik yang membawa pembalap asal Italia itu menuju gelar juara dunia F1 2026. Bono, sapaan akrab Bonnington, memuji pencapaian Antonelli sebagai sesuatu yang “mind-blowing” dan perjalanan karirnya yang luar biasa.
Bonnington, yang sebelumnya sukses mendampingi Lewis Hamilton saat meraih enam gelar bersama Mercedes antara 2014-2020, kini menjadi race engineer Antonelli sejak kemarin mulai musim 2025. Ia menyaksikan langsung bagaimana Antonelli menghadapi musim sulit sebelum akhirnya tampil menonjol di aturan baru 2026.
Tiga Balapan Andalan yang Mengukir Sejarah
Setelah mencetak sembilan kemenangan Grand Prix, Antonelli mengunci gelar juara dunia di GP Meksiko dengan finish posisi ketiga. Ia pun jadi juara dunia termuda sepanjang sejarah F1. Menanggapi sorotan balapan favorit yang paling berkesan dari Antonelli selama musim maha spesial itu, Bonnington bilang, “Bagi saya, tiga balapan yang menonjol, dan saya yakin orang juga tahu yang mana.”
Balapan pertama yang ia sebut adalah GP Monaco. “Itu balapan yang benar-benar spesial. Kalau kamu bisa buktikan performamu di sana ke seluruh pembalap, mereka akan makin menghormatimu, dan caranya menjalani balapan itu benar-benar luar biasa,” ujar Bono.
Balapan kedua yang dianggap spektakuler adalah GP Monza. Bonnington mengingat betapa ia nyaris tidak mengenali posisi mobil Antonelli saat itu. “Saya ingat melihat ke belakang dan mikir ‘ini posisi paling bawah di grid’, tapi nggak lama kemudian dia langsung melaju tanpa henti. Sulit banget buat menghentikannya saat itu.”
Yang terakhir adalah balapan di Austin pekan lalu. Menurut Bono, itu adalah balapan khas juara dunia. “Satu pit stop lawan dua pit stop, tekanan mental dalam mobil ‘Saya akan disalip, saya akan ketangkap’, tapi dia tetap fokus dengan kepala tegak, terus menekan waktu dan keluar sebagai pemenang.”
Bonnington juga sempat menyebut beberapa balapan lain yang jadi bukti konsistensi Antonelli. “Kalau di Silverstone nggak ada masalah teknis, hasilnya pasti oke. Di Barcelona juga kita lihat performa bagus. Dia bisa adaptasi di banyak sirkuit, apapun tantangannya, entah overheating atau soal pemanasan ban,” tambahnya.
Cair dan Dekat, Rahasia Fokus Kimi dan Bono
Selain dikenal dengan pesan radio yang tenang dan tepat, Bonnington dan Antonelli juga punya reputasi saling ‘ngakak’ dengan prank yang sering diunggah di sosial media. Meski dunia F1 itu sangat kompetitif dan penuh tekanan, Bono yakin hubungan santai dan penuh humor itu membantu Kimi tetap fokus dan cepat bangkit saat menghadapi tantangan.
“Kalau kamu baca buku manajemen, pasti ada bahasan soal kesenangan sebagai bagian penting organisasi sukses, tapi dia melakukan itu secara alami,” jelas Bono. “Dia nyaman dengan cara begitu dan bikin semua orang di sekitar juga nyaman. Cara kerja yang santai itu ngehapus batas-batas, sehingga kita bisa ngobrol terbuka sambil tetap bisa bercanda. Itu bagian besar dari cara kami bekerja.”
‘Perjalanan yang Luar Biasa’
Ketika ditanya arti pencapaian Antonelli bagi dirinya, Bonnington menjawab, “Mind-blowing. Ini perjalanan yang luar biasa bersama dia. Dia benar-benar dewasa sepanjang tahun ini, dan luar biasa bagaimana dia berkembang jadi Juara Dunia.”
“Ini tahun yang seru – dia bawa suasana berbeda ke dalam tim. Dia profesional sejati dan talenta luar biasa,” puji Bonnington dengan penuh kekaguman.
Catatan Singkat
Melihat tiga momen balapan pilihan Bonnington, jelas Kimi Antonelli bukan cuma sekadar pembalap muda berbakat tapi juga sosok yang cepat matang di bawah tekanan. Chemistry unik dengan Bono juga jadi kunci bagaimana mental dan performanya tetap tajam. Seru banget nantinya buat lihat seberapa kuat Antonelli mempertahankan momentum ini di sisa musim 2026.






