Kimi Antonelli resmi jadi juara dunia Formula 1 termuda sepanjang sejarah setelah finis di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko. Di usia baru 20 tahun, Antonelli sudah membawa pulang gelar juara dunia F1 pada musim kedua kariernya.
Debut Antonelli di Mercedes pada 2025 menggantikan Lewis Hamilton ternyata langsung berbuah manis. Rekor juara termuda yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel sejak 2010 dengan usia 23 tahun dan 134 hari, kini pecah oleh Antonelli yang lebih muda jauh.
Kembali Hadirkan Juara Dunia dari Italia Setelah 73 Tahun
Dengan gelar ini, Antonelli mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun untuk memiliki juara dunia F1 ketiga dalam sejarah. Italia sebelumnya merayakan gelar juara pertama melalui Giuseppe ‘Nino’ Farina bersama Alfa Romeo di tahun 1950. Kemudian, Alberto Ascari sukses mengantongi gelar ganda di 1952 dan 1953 dengan Ferrari.
Antonelli sukses membuat sejarah baru setelah melewati musim rookie yang naik turun. Kemenangannya di GP China pada Maret membuka jalan bagi run impresif dengan lima kemenangan beruntun. Dominasi ini memberinya posisi puncak klasemen yang tak pernah hilang sampai akhirnya menutup gelar juara dunia.
Selain China, Antonelli juga mencatat kemenangan di GP Belgia, Spanyol, dan yang paling berkesan adalah di Italia. Start dari posisi 19, ia comeback mengesankan untuk jadi pemenang di Monza dan menjadi pembalap Italia pertama yang juara di GP rumah sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966.
Persaingan Ketat di Dalam Mercedes
Musim ini dimulai dengan George Russell sebagai favorit juara, terutama setelah ia menang di balapan pembuka di Australia. Namun, sepanjang musim, performa Antonelli justru makin mengungguli rekannya itu dan akhirnya meraih tahta juara dunia.
Kemenangan Antonelli juga mengulang tren juara dunia baru dalam dua musim berturut-turut, menyusul Lando Norris yang merebut gelar pertamanya di 2025 bersama McLaren.
Akhir Musim yang Gemilang di Meksiko
Di GP Meksiko, Antonelli finis ketiga di belakang Max Verstappen (Red Bull) dan Lewis Hamilton (Ferrari). Hasil ini cukup memastikan gelar juara dunia buatnya, karena ia hanya perlu finis di posisi sembilan atau lebih baik untuk mengunci gelar.
Dengan kemenangan ini, Antonelli menjadi pembalap ke-36 yang pernah merebut gelar juara dunia F1. Dari jumlah tersebut, 18 pembalap hanya meraih satu gelar juara, sementara 17 lainnya mampu mempertahankan atau menambah koleksi gelar juara mereka.
Bakal Seru Nih Liat Kimi Antonelli di Balapan Berikutnya
Antonelli membuktikan usia muda nggak jadi halangan untuk jadi juara dunia F1. Dari kemampuan comeback di Monza sampai konsistensi kemenangan, semua bikin penasaran gimana performanya di beberapa balapan sisa musim ini. Kalau Mercedes terus kasih support mobil oke, kayaknya Antonelli bisa bikin kejutan-kejutan baru lagi.






