Balapan GP Meksiko 2026 ini jadi momen yang paling dikenang bukan hanya karena lahirnya juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1, atau kemenangan dari posisi kelima dengan penalti akibat tabrakan saat latihan bebas. Namun, justru drama terbesar datang dari para pembalap Ferrari yang saling membuang peluang dengan bertabrakan sendiri, hingga akhirnya kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata.
Bahkan, tiga pembalap yang awalnya finis di 10 besar akhirnya kehilangan poinnya karena penalti usai balapan. Bahkan ada pembalap yang baru debut di F1 tengah pekan ini ikut meraih poin setelah banyak kejadian tak terduga. Jadi, kali ini daftar “pemenang” malah lebih sedikit dibanding “pecundang” setelah GP Meksiko ini.
Tim Ferrari Buang Peluang Juara dengan Insiden di Depan
Drama besar datang dari Ferrari, yang seharusnya bisa memetik kemenangan mudah. Bos tim Ferrari, Fred Vasseur, menyebut situasi 1-2 di Tikungan 4 sangat menguntungkan mereka, dan sulit dibayangkan kalau mereka tidak menang di balapan kali ini.
Namun, persaingan internal Ferrari antara Charles Leclerc dan Lewis Hamilton justru memakan korban. Leclerc mendapat penalti karena memotong lintasan setelah bertarung sehingga Max Verstappen berhasil melompati Hamilton dan mengambil posisi kedua. Ini jelas jadi sabotase untuk Ferrari yang sukses meraih pole position secara murni dan seharusnya bisa menikmati hari terbaik musim ini.
Max Verstappen: Manfaatkan Kesempatan, Raih Kemenangan Tipis
Max Verstappen sempat butuh sedikit keberuntungan dari masalah yang dialami Mercedes dan Ferrari, tapi begitu memimpin, ia memamerkan performa khasnya dengan menjaga tekanan dan menyelesaikan balapan tanpa kesalahan.
Kemenangan Verstappen dimulai saat George Russell mengalami masalah penggerak di tikungan pertama, memberi Verstappen posisi yang akhirnya membuatnya di depan. Saat Hamilton terlambat terjebak insiden Leclerc, Verstappen dengan jeli langsung tancap gas.
Strategi pit-stop Red Bull sangat membantu Verstappen saat dia bisa melompat di depan Leclerc saat itu sedang menjalani penalti lima detik. Ada juga red flag yang memotong durasi stint panjang ban lunak yang harus dijalankan, tapi Verstappen tetap harus berjuang mempertahankan posisi start ulang dari Hamilton dengan agresif tapi masih dalam batas aturan.
George Russell, Nasib Sial dan Penalti yang Membuat Kecewa
George Russell sempat terlihat siap tempur dan bisa jadi pesaing utama saat start, tetapi masalah penggerak di tikungan pertama bikin performanya langsung tergerus. Kondisi ini sangat ironis mengingat di balapan yang sama Kimi Antonelli akhirnya mengunci gelar juara, Russell justru kehilangan peluang berkat masalah teknis ini.
Insiden bertabrakan dengan Isack Hadjar di lap awal membuatnya dapat penalti yang dianggap cukup berat, apalagi ia sudah berusaha memberikan ruang. Russell harus berjuang dari belakang dan terjebak dalam duel ketat antara Leclerc dan Lando Norris di posisi keempat hingga akhir balapan, mencerminkan musim yang sepertinya sudah gagal baginya.
Kimi Antonelli: Menang Gaya Meski Hanya Podium Ketiga
Meski sudah memastikan gelar juara dunia di Austin seminggu sebelumnya, Kimi Antonelli menunjukkan kelasnya dengan aksi menyerang pada akhir balapan GP Meksiko. Meski secara teknis hanya finis keempat setelah steward menggunakan klasemen sebelum safety car, Antonelli nekat menyalip Leclerc di dalam, memastikan ia naik podium.
Langkah ini bukan cuma gaya-gayaan tapi juga simbol perayaan gelar juara yang jadi hal penting buat Antonelli. Aksinya ini memperlihatkan mental juara yang telah membawanya ke puncak F1.
Oscar Piastri dan Arvid Lindblad Jadi Saling Buntut Penalti
Oscar Piastri yang punya awal balapan lumayan setelah start bagus, harus menerima nasib kurang beruntung usai insiden dengan Arvid Lindblad di Tikungan 2. Piastri mengaku berusaha mengalah agar terhindar dari kecelakaan, tapi tetap tak bisa menghindari benturan yang merusak mobilnya.
Menurut steward, pembelaan Piastri yang menyebut dirinya tidak mencoba menyerobot tikungan dianggap kurang cukup, sehingga ia mendapat penalti waktu 10 detik yang membatalkan usaha comeback-nya.
Sementara itu, Lindblad awalnya tampil impresif dalam pertarungan ketat merebut posisi ketujuh, yang akan jadi hasil terbaik kedua musim ini. Namun, tabrakan ini menyebabkan ia harus keluar dari balapan. Meskipun steward membebaskan Lindblad dari kesalahan, insiden itu sangat merugikan timnya, Racing Bulls, dalam persaingan di klasemen konstruktor.
Nasib Apes Alpine dan Kejutan Aura Lawson
Alpine sebenarnya meraih hasil terbaik mereka sejak GP Italia di awal September berkat performa baik Franco Colapinto dan Pierre Gasly setelah penalti Piastri yang menguntungkan posisi mereka. Namun, kenaikan tersebut langsung runtuh setelah kedua pembalap Alpine kena penalti yellow flag sehingga hilang semua poin berharga di klasemen konstruktor.
Sementara itu, Liam Lawson dari tim junior Red Bull kembali bikin kejutan. Meski kena dua penalti awal, termasuk karena tabrakan dengan Verstappen dan pelanggaran MGU-K, Lawson berhasil tampil apik dalam balapan recovery dan akhirnya finis ketujuh setelah deretan penalti di akhir balapan berjatuhan.
Isack Hadjar dan Aston Martin Pahit di GP Meksiko
Dari posisi start ketujuh, Isack Hadjar gagal manfaatkan peluang dan malah terpelanting ke belakang setelah insiden tabrakan dengan Russell. Meskipun akhirnya mendapatkan poin finis kesembilan setelah penalti usai balapan, ini jauh dari potensi seharusnya, apalagi timnya sendiri sukses menempatkan pembalap lain finis di posisi teratas.
Aston Martin malah harus berakhir kecewa dengan dua kali DNF dari Lance Stroll dan Fernando Alonso hanya tujuh lap setelah balapan dimulai. Alonso menyebut masalah utama adalah power unit Honda yang tidak siap menghadapi tantangan ketinggian di Meksiko dan mengalami masalah pendinginan, sehingga keduanya tak mampu menyelesaikan balapan.
Cadillac Belum Beruntung, Ryo Hirakawa Bawa Pulang Poin Debut
Debut Sergio Perez bersama tim Cadillac sempat menjanjikan dengan posisi hingga ke-13 berkat start cemerlang pada putaran awal dan restart. Sayang, kesalahan pit stop dan penalti menghambat peluangnya naik posisi dan meraih poin pertama. Kejadian crash parah Valtteri Bottas pun jadi pukulan berat bagi debut tim baru ini.
Sementara itu, Ryo Hirakawa yang dipanggil mendadak menggantikan Esteban Ocon, berhasil finis di posisi 10 besar usai penalti pembalap lain menghitung ulang hasil akhir. Sebagai juara dunia WEC ganda dan pemenang 24 Hours of Le Mans, penampilan solid Hirakawa di F1 ini layak diapresiasi walau mungkin jadi kesempatan satu kali saja.
Catatan Singkat Akhir
GP Meksiko 2026 jadi gambaran betapa tajamnya drama di balapan F1, mulai dari rivalitas Ferrari yang bikin mereka gagal raih kemenangan, hingga strategi dan penalti yang mengubah hasil akhir secara drastis. Kimi Antonelli tunjukkan mental juara sejatinya, sementara Verstappen tetap andal saat dapat peluang. Ini balapan yang makin bikin penasaran gimana persaingan di seri selanjutnya bakal berjalan.






