Lewis Hamilton menyebut momen menyaksikan Kimi Antonelli meraih gelar juara dunia pertama sebagai puncak pengalaman musim Formula 1-nya. Pembalap Mercedes yang kini membela Ferrari ini menyampaikan rasa bangganya lewat unggahan di Instagram setelah podiumnya di GP Meksiko, Minggu (3/11).
“Saya ingin mengucapkan selamat sebesar-besarnya untuk juara baru, Kimi Antonelli,” tulis Hamilton, 41 tahun. “Melihat perjalananmu dengan sangat dekat dan merayakan bersama adalah salah satu highlight terbesar tahun saya. Gelar yang sangat pantas dan akan menjadi rekor yang sulit dilampaui.”
Antonelli, yang mengambil alih kursi Hamilton di Mercedes pada awal musim 2025, membuat sejarah sebagai juara termuda di F1 pada usia 20 tahun setelah memastikan gelar di GP Meksiko. Ini adalah musim kedua Antonelli di tim Silver Arrows, di mana dia sukses mengungguli rekan setim George Russell dan Hamilton yang kini bersama Ferrari.
Apresiasi dari Hamilton dan Verstappen
Bersama Max Verstappen, yang juga tajam di musim ini, Hamilton ikut merayakan kesuksesan Antonelli di atas podium. Ia memuji tim Mercedes yang turut merayakan kesuksesan pembalap muda tersebut.
“Senang juga melihat tim Mercedes merayakan bersama kamu. Nikmati momen ini, jagalah keluarga, gairah, dan energi yang kamu miliki,” tambah Hamilton.
Frustrasi Hamilton dengan Ferrari di GP Meksiko
Meski tengah berbagi kebahagiaan atas kemenangan Antonelli, Hamilton mengungkap bahwa akhir pekan Ferrari di Meksiko penuh tantangan dan rasa kecewa. Ia merasa tim kehilangan peluang besar meraih kemenangan dan juga menyentil insiden yang melibatkan Charles Leclerc pada putaran awal balapan.
“Akhir pekan kami penuh tantangan. Banyak hal yang harus kami hadapi, namun mekanik dan insinyur kami bekerja luar biasa,” ujar Hamilton. “Kami tumbuh bersama sepanjang musim ini, dan kemajuan itu diraih berkat kerja keras semua orang di trek maupun di pabrik. Makanya, kehilangan potensi kemenangan terasa sangat menyakitkan.”
Dia menambahkan bahwa pertarungan di lintasan memang perlu, tapi ketika pertarungan itu justru merugikan tim, harus dibicarakan dengan jujur dan jadi pelajaran bersama.
“Kami bisa saling push sampai batas maksimal, tapi tetap harus menghormati tanggung jawab pada semua orang yang sudah mendukung kita,” tegas Hamilton.
Komitmen Hamilton Tetap Kuat di Ferrari
Di tengah keresahannya soal performa dan situasi internal, Hamilton memastikan bahwa komitmennya pada tim Ferrari tidak akan goyah.
“Saya akan terus memberikan segala yang saya miliki. Kepercayaan saya pada tim ini tidak berubah, begitu juga tanggung jawab saya untuk membantu kami memperbaiki semuanya,” ujarnya. “Tetap dukung kami. Saya baru mulai bersama tim ini, dan masih banyak yang akan kami capai.”
Dari Podium Sampai Tekanan Internal
Hamilton menunjukkan dua sisi perjalanan musim ini: kebahagiaan atas kesuksesan suksesor Mercedes-nya, Kimi Antonelli, sekaligus sorotan kritis kepada Ferrari yang sedang menghadapi masalah internal. Balapan di GP Meksiko jadi campuran emosi bagi sang juara tujuh kali itu—bangga tapi juga frustrasi. Semoga momen ini jadi cambuk positif untuk Ferrari memperbaiki performa dan hubungan internal mereka agar bisa bersaing lebih sengit lagi.






