Kimi Antonelli Juara Dunia dengan Podium di GP Meksiko, George Russell Alami Kesulitan
Kimi Antonelli akhirnya mengamankan gelar juara dunia F1 perdananya di GP Meksiko 2026 dengan finis di posisi ketiga. Meski hanya perlu minimal finis kesembilan untuk jadi juara, pembalap Italia ini malah tampil lebih kuat dan berhasil naik podium. Perlombaan Antonelli terbilang mulus tanpa kendala berarti, ia bisa menyalip Charles Leclerc saat restart, memanfaatkan masalah flat-spot pada ban Leclerc, lalu mempertahankan posisi hingga bendera finis berkibar. Momen emosional terjadi sesaat setelah balapan, ketika Antonelli tampak menangis ke dalam helmnya, merasakan betapa besar pencapaian ini baginya.
Sementara itu, George Russell yang start dari baris depan mengalami awal balapan yang kurang mulus karena sempat bersenggolan dengan Victor Hadjar dan mendapat penalti waktu 10 detik. Insiden ini membuat posisinya turun dan harus berjuang keras melawan duo McLaren. Meski akhirnya sampai di urutan keenam, Russell tetap memberi ucapan selamat kepada Antonelli yang kini menjadi rival sekaligus rekan setimnya di Mercedes.
Ucapan dari Tim Mercedes
Kimi Antonelli (3rd): Antonelli mengaku sulit mengungkapkan perasaannya saat ini, namun menjadi juara dunia membuatnya sangat bahagia dan bangga. Ia menambahkan bahwa Mercedes selalu memberikan dukungan sejak lama dan memberinya sebuah kesempatan luar biasa untuk meraih titel. Menurutnya, tim sudah menunjukkan performa kuat dari awal musim dan hal itu memberi keyakinan untuk bisa bersaing sampai akhir. Ia pun berterima kasih kepada keluarga, teman, dan semua yang mendukungnya sepanjang karier. Antonelli juga menyebut, tekanan menjelang balapan cukup tinggi karena peluang juara sudah di depan mata, tapi finis podium memberi rasa lega dan kebahagiaan tersendiri, terutama bisa berbagi momen bersama Max Verstappen dan Lewis Hamilton. Ia ingin tim tetap fokus menuntaskan musim dengan juara konstruktor.
George Russell (6th): Russell mengucapkan selamat kepada Antonelli atas gelar juaranya yang dirasa sangat pantas. Ia pun kecewa dengan balapan yang dijalaninya karena kehilangan tenaga saat mendorong mobil di trek lurus, sehingga posisinya jatuh dan peluang mendapat hasil bagus hilang. Meski begitu, Russell bertekad untuk bangkit dan berusaha membantu Mercedes meraih gelar konstruktor di balapan berikutnya.
Toto Wolff, Head of Mercedes-Benz Motorsport: Wolff menganggap pencapaian Antonelli luar biasa, menjadi juara dunia F1 di usia 20 tahun dan hanya dalam musim keduanya adalah prestasi yang langka. Namun, yang paling membanggakan baginya bukan hanya angka atau rekor, melainkan perjalanan pembalap muda itu dalam menghadapi keraguan dan rintangan tahun lalu. Wolff menyebut Antonelli sudah menunjukkan tingkat kematangan dengan manajemen balapan yang baik, sabar saat red flag dan sigap dalam mengambil peluang restart. Ia juga tak lupa memberi apresiasi pada Russell yang meski mengalami beberapa masalah, tetap berjuang hingga finis keenam. Wolff menekankan kerja keras seluruh tim di Brackley dan Brixworth yang patut diapresiasi atas kesuksesan ini, serta ucapan terima kasih kepada para mitra seperti Mercedes-AMG dan PETRONAS.
Andrew Shovlin, Trackside Engineering Director: Shovlin mengucapkan selamat kepada Antonelli atas gelar juara dunia perdananya. Ia mengaku balapan cukup penuh dinamika, terutama Antonelli yang berhasil mengelola ban soft dengan baik hingga lebih dari 40 lap di stint pertama. Meski red flag menghilangkan keunggulan ban tersebut, Antonelli tetap tampil kuat dan melakukan manuver penting untuk merebut posisi ketiga. Shovlin menyebut performa Antonelli hari itu menandai kemajuan besar yang telah dicapai selama musim. Mengenai Russell, Shovlin mengaku tim merasa bersalah karena masalah power unit yang membuat start Russell tidak ideal sehingga harus melakukan pemulihan posisi dari bawah. Tim bertekad fokus untuk balapan berikutnya di Brasil dengan target merebut gelar konstruktor selain gelar pembalap yang sudah mereka amankan.
Sudut Pandang Setelah Balapan
Penantian panjang Mercedes akhirnya terbayar dengan Kimi Antonelli yang mampu mengunci gelar juara dunia sebelum musim berakhir, berkat balapan cerdas dan konsisten di Meksiko. Namun soal George Russell, nasib kurang berpihak dengan berbagai masalah sejak start, memperlihatkan bahwa Mercedes masih harus berbenah agar bisa memberikan dukungan sempurna untuk kedua pembalapnya. Keseruan perebutan gelar konstruktor di sisa musim ini pun tinggal menunggu aksi nyata dari formasi Mercedes di trek berikutnya.






