Kimi Antonelli hampir mencapai kesempurnaan musim ini, sampai-sampai para rivalnya di Formula 1 tak segan memuji bakat dan sikapnya. Lewis Hamilton menggambarkannya sebagai sosok yang “tidak butuh saran apapun” karena kemampuan dan ketenangannya yang luar biasa, sementara Max Verstappen melihat Antonelli sebagai “orang biasa dengan hati yang sangat baik”.
Meski baru berusia 20 tahun dan sedang menjalani musim kedua, Antonelli sudah berada di ambang gelar juara dunia F1 termuda dalam sejarah. Ia hanya perlu finis di posisi sembilan besar di GP Meksiko untuk memastikan gelar, atau gelar akan otomatis jadi miliknya kalau Lewis Hamilton atau George Russell tidak memenangkan balapan.
Bintang Muda dengan Hati Besar
Hamilton, yang kontraknya di Mercedes digantikan oleh Antonelli ketika ia pindah ke Ferrari, sangat bangga melihat bagaimana penerusnya ini bersikap dan berprestasi. “Saya sangat bangga dengan caranya membawa diri, bagaimana dia berinteraksi dengan pembalap lain, bahkan dengan kalian [media],” ujar Hamilton saat diwawancara menjelang GP Amerika Serikat, yang dimenangkan Antonelli dengan nyaman untuk semakin dekat ke gelar juara.
Verstappen, yang pernah bertabrakan dengan Antonelli di GP Austria tahun lalu dan sempat menyerang Red Bull, malah membela sang rival. “Dia orang biasa. Tidak seperti bintang rock, superstar, tapi sangat tulus. Dia punya hati yang sangat baik,” ucap Verstappen. “Dia juga punya keluarga yang baik dan ramah. Itu adalah kualitas bagus yang dia miliki, penting untuk masa depan. Dia pasti akan meraih lebih banyak lagi.”
Konsistensi dan Performa Nyaris Sempurna
Sejak meraih pole position dan kemenangan pertamanya di GP China pada Maret, Antonelli telah mencatat sembilan kemenangan sepanjang musim, termasuk di Monza, di mana ia menjadi pembalap Italia pertama yang menang di GP Italia sejak 1966.
Fernando Alonso, dua kali juara dunia dan dikenal sebagai salah satu pembalap terlengkap, mengagumi performa Antonelli yang nyaris tanpa cela sepanjang musim. “Saya lihat dia hampir selalu tampil mendekati kesempurnaan. Dia jarang bikin kesalahan atau hasil buruk. Konsistensi dan semangat menangnya adalah hal terbaik tahun ini,” komentar Alonso.
Alonso juga menambahkan, “Menjadi juara di Meksiko akan jadi momen yang luar biasa dan pasti meriah saat perayaan malam minggu.”
Persaingan Internal dan Respek Sesama Pembalap
Antonelli dianggap unggul dalam banyak aspek dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang menjadi favorit pra musim. Meski Russell sempat menang beberapa kali, dominasi Antonelli sulit dibantah. Russell sendiri mengakui, “Secara pribadi, Kimi adalah orang hebat. Kami tetap menjaga hubungan baik. Dia memang tampil di level yang lebih tinggi daripada saya musim ini.”
Lando Norris, juara dunia bertahan dari McLaren yang musim ini kurang bersinar, juga memberi kredit penuh buat Antonelli. “Dia akan jadi juara dunia dan itu sudah tidak perlu diperdebatkan. Dia melakukan pekerjaan luar biasa, terutama di tahun keduanya,” kata Norris. “Orang mungkin bilang persaingannya tidak berat, tapi itu justru membuktikan dia luar biasa. Teman setimnya sangat berbakat, tapi dia tetap tampil lebih baik. Saya sangat menghormatinya dan senang bisa melepas No. 1 kepada dia.”
Persahabatan dan Awal Karier Bersama
Antonelli dan Oliver Bearman datang ke F1 bersamaan sebagai rookie di tahun 2025. Bearman yang tetap di Haas mengatakan sejak F4 sudah jelas Antonelli punya bakat besar. “Kami melewati banyak momen bersama sejak F4 dan F2. Musim rookie memang berat, tapi kami menikmatinya. Jelas dia cepat dan pembalap yang kompetitif. Bakatnya memang tidak bisa dipungkiri,” ujar Bearman.
Pandangan Singkat soal Kimi Antonelli
Performa Antonelli musim ini lebih dari sekadar menjanjikan, tapi benar-benar mendekati sempurna. Dukungan dari Hamilton, Verstappen, dan Norris memperlihatkan kalau dia bukan hanya cepat, tapi juga punya karakter yang disegani. Gelar juara di Meksiko bisa jadi penanda era baru dalam F1 dengan sang ‘boy-king’ yang siap menulis sejarah sebagai juara dunia termuda.






