George Russell mengaku akan melakukan “cek cermin dalam-dalam” setelah mengalami kekecewaan di klasemen pembalap musim ini. Ia dan timnya sudah menghitung bahwa dari 20 balapan sejauh ini, hanya enam yang berjalan tanpa kendala bagi dirinya.
“Masalah terus muncul, tapi sayangnya sepertinya selalu terjadi di sisi garasi saya,” ujar Russell.
“Kami menyimpulkan bahwa hanya enam balapan dari 20 yang berjalan mulus. Jadi membayangkan 14 balapan penuh masalah itu nggak masuk akal.”
Russell mengatakan mereka perlu mencari tahu kenapa hal ini bisa terjadi, apakah ada hal yang terlewat atau ini cuma nasib buruk semata.
“Biasanya dalam satu musim normal, mungkin dua atau tiga akhir pekan ada masalah. Ini sudah tiga kuartal musim berjalan dan kami mengalami nasib sial yang luar biasa,” tambahnya.
Setelah balapan terakhir di GP Meksiko, Russell memilih absen mengisi media session bukan karena rivalnya Kimi Antonelli baru saja jadi juara, melainkan karena dirinya masih kesal dengan gangguan teknis yang dialami.
Dalam balapan itu, Russell yang start dari posisi kedua di belakang Lewis Hamilton (Ferrari) mengalami kehilangan tenaga saat menuju tikungan pertama karena bagian listrik pada power unitnya bermasalah.
Akibatnya, ia tercecer ke belakang dan kemudian bertabrakan dengan Isack Hadjar dari Red Bull di Tikungan Enam yang membuatnya dapat penalti 10 detik. Ia akhirnya finis di posisi keenam dan turun dari posisi kedua ke keempat klasemen pembalap, di bawah Antonelli, Max Verstappen, dan Hamilton.
“Dalam balapan, kita harus bangkit lagi dan cara terbaik saya untuk bangkit adalah pergi dari situasi itu,” kata Russell pada sesi media jelang GP Sao Paulo.
“Sederhananya seperti itu. Saya sangat kecewa karena kehilangan peluang hasil bagus, meski gelar musim ini sudah nggak bisa saya kejar. Tapi saya masih nggak percaya bagaimana semuanya bisa terjadi lagi.
“Saat itu, ya, saya cuma ingin pergi dari sana.
“Saya rasa 99% saya profesional dan berusaha nggak rewel, tapi kadang-kadang kehilangan kesempatan untuk naik media—ya memang nggak ideal tapi juga bukan bencana besar.
“Momen seperti itu emang nggak enak buat saya hadapi.”






