Rafael Camara mengaku kecewa dengan beberapa kesalahannya selama sesi Kualifikasi debutnya di tengah kondisi lintasan yang sulit pada GP Sao Paulo. Meski begitu, pembalap Brasil itu merasa sesi tersebut tetap membawa pengalaman positif.
Dalam kondisi hujan lebat yang membuat lintasan basah dan penuh genangan, Camara sempat kehilangan kendali dan menyentuh dinding pembatas saat Q1. Tidak berhenti sampai di situ, ia kembali terjatuh ke pembatas pada Q2 yang menyebabkan keluarnya red flag. Meski begitu, Camara berhasil mencatatkan waktu tercepat ke-13 pada sesi kualifikasi pertamanya dan akan memulai balapan dari posisi ke-11 setelah ada beberapa penalti grid di depan.
Debut Kilat di Mobil F1 Musim Ini
Camara sebenarnya sudah dikontrak Haas untuk musim depan, tapi secara tiba-tiba mendapatkan kesempatan mengisi kursi pengganti Esteban Ocon untuk balapan kali ini. Setelah sesi Kualifikasi, ia mengatakan sedang mengincar balapan yang bersih tanpa insiden di hari Minggu nanti.
“Sesi ini cukup tricky. Saya oke-oke saja, tapi saya merasa sedikit sial di tikungan terakhir, saya mengunci rem dan mencoba melepasnya untuk masuk tikungan, tapi rasanya tidak memungkinkan,” ungkap Camara. “Saya juga agak kecewa dengan kesalahan saya. Saya tahu itu bukan yang diinginkan tim, tapi secara keseluruhan saya pikir sesi ini positif.”
Dengan posisi start yang lumayan, ada peluang Camara mencetak poin di debut F1-nya, dan tentunya ia mendapat dukungan besar dari para penggemar tuan rumah. Namun yang terpenting baginya sekarang hanya menjalani balapan tanpa kecelakaan.
“Kami nggak mau kecelakaan besok. Kami akan coba balapan bersih saja, persiapannya dengan semaksimal mungkin — cek data, diskusi dengan insinyur, supaya siap menghadapi segala situasi. Banyak hal harus dilakukan di balapan, tapi kami akan berusaha maksimal agar bisa tampil bagus,” tuturnya.
Rekan Setim Haas Ollie Bearman: Cuaca Bikin Panggung Tengah Lebih Sengit
Kesempatan cerah juga datang untuk rekan setimnya di Haas, Ollie Bearman, yang akan start dari posisi keenam. Pebalap asal Inggris ini juga sempat mengalami insiden keluar lintasan, namun berhasil memanfaatkan kondisi lintasan basah untuk tampil mengejutkan dan juga diuntungkan oleh penalti di depan.
“Ini benar-benar sesi yang gila,” ujar Bearman. “Dua tahun lalu saya belajar banyak dari pengalaman pertama saya di sini, dan sekarang saya melakukan pekerjaan lebih baik. Tim juga keren dalam mengelola ban basah — kapan harus push dan kapan harus cooling.”
“Kami tampil bagus, sayang di Q3 performa kita tidak maksimal. Kalau dibandingkan dengan kompetitor, kami kurang bisa menghangatkan ban dengan baik dan saya nggak dapat grip sama sekali. Begitu hujan turun, permainan selesai,” jelasnya. “Saya senang dengan apa yang kami lakukan, masih ada ruang untuk perbaikan, tapi itu sudah cukup. Besok kita coba lagi.”
Reaksi Singkat
Camara ternyata harus cepat beradaptasi dengan tekanan balapan kandang dan kondisi yang berat, dan walau sempat terpeleset, ia tetap bisa bersaing di tengah situasi sulit. Sementara Bearman tunjukkan bahwa Haas masih punya potensi memanfaatkan cuaca buruk untuk masuk barisan tengah. Balapan besok di Sao Paulo bakal seru buat dilihat, apalagi dengan dukungan besar buat pebalap lokal Camara.






