Fernando Alonso sempat punya mimpi ambil posisi lima besar di kualifikasi GP Brasil saat hujan deras mengguyur Sirkuit Interlagos, Sabtu kemarin. Dua kali juara dunia itu merasa peluang itu muncul ketika kondisi trek basah parah, yang biasanya bikin performa mobil jadi lebih merata.
Alonso berhasil melaju sampai Q3, kali pertama musim ini buat Aston Martin, dengan melewati Q1 dan Q2 di tengah intensitas hujan terbesar. Di Q3, saat hujan mulai mereda dan dia pakai ban intermediate, Alonso akhirnya finis di posisi kesembilan.
Setelah sesi, Alonso bilang, “Saya pikir posisi keenam sudah 1,8 detik lebih cepat dari saya. Jadi, ya, itu jarak yang cukup jauh untuk benar-benar berharap posisi lebih tinggi.” Dia juga mengaku sempat terpikir mungkin bisa masuk lima besar saat hujan paling deras.
“Saat hujan sangat lebat, saya berpikir mungkin aja top five bisa didapat, tergantung intensitas hujannya,” katanya.
Meski begitu, dia merasa performa di Q3 kurang maksimal. Alonso menjelaskan usaha terbaiknya tidak keluar di kedua putaran Q3, terutama karena ban dan mesin yang kurang sinkron.
“Putaran pertama ban tidak ngasih grip, saya pikir ‘baiklah, saya akan push di putaran kedua’. Tapi di putaran dua, tenaga mesin berkurang karena energi habis dipakai di putaran pertama. Jadi saya malah terjebak posisi yang sulit,” jelasnya.
Alonso menilai mungkin bisa dapat tambahan setengah sampai delapan persepuluh detik performa di Q3, tapi itu hanya membawa satu posisi naik. “Para enam besar benar-benar di level berbeda hari ini,” ujarnya.
Potensi Race Lebih Berat di Tengah Hujan
Cuaca Sabtu sudah bikin keadaan agak kacau, dan ramalan cuaca menyebut hujan masih bisa turun cukup banyak saat balapan Minggu pukul 14.00 waktu setempat. Alonso mengakui ini tantangan tersendiri, tapi juga bisa jadi peluang buat Aston Martin yang tengah kesulitan di kondisi kering.
“Kalau hujan, mungkin peluang kami sedikit lebih besar,” tuturnya. “Laju mobil-mobil cepat mulai dari belakang, kondisi kayak gini biasanya kasih kesempatan lebih buat tim seperti kami untuk ambil poin.”
Dibanding kondisi kering, Aston Martin memang kurang terlihat kompetitif—pagi harinya di FP3, mereka cuma ke-18. Alonso berharap hujan bisa sedikit menguntungkan mereka di balapan.
Kesan dari Alonso di São Paulo
Alonso memberikan gambaran realistis soal performa Aston Martin di trek basah yang ekstrem. Meski gak sampai mendekati para pemimpin, dia hampir merasakan kesempatan masuk lima besar. Ini menunjukkan kalau cuaca kerap jadi penentu besar di Interlagos, dan race nanti bakal seru karena hujan masih jadi faktor utama.






