Aston Martin harus mengalami salah satu momen paling pahit di musim 2026 saat GP Meksiko, setelah kedua mobil mereka gagal finish hanya dalam lima lap. Satu AMR26 menyerah di pit, sementara yang lainnya tiba-tiba berhenti di lintasan, menggambarkan betapa sulitnya musim ini bagi tim Silverstone dan rekan power unit mereka, Honda.
Kondisi ini makin menyakitkan karena di awal akhir pekan balap, paket mobil Aston Martin sempat menunjukkan tanda-tanda performa yang menjanjikan, apalagi dalam balapan yang menyediakan peluang poin bagi para pembalap yang start dari posisi bawah.
Masalah Cooling MGU-K dan Dampaknya di Balapan
Fernando Alonso sebenarnya tampil cukup cepat di sesi latihan bebas, terutama di FP2, dengan total mencatat 84 lap selama tiga sesi. Namun, masalah mulai muncul saat sesi kualifikasi ketika Alonso harus menghentikan giliran setelah hanya satu putaran di Q1 gara-gara masalah pendinginan pada Motor Generator Unit – Kinetic (MGU-K).
Masalah serupa malah makin parah di hari Minggu. Meski MGU-K Alonso sudah diganti, begitu juga beberapa komponen mobil Lance Stroll, keduanya mengalami start yang buruk. Alonso sendiri mengeluhkan tenaga mobil yang kurang maksimal saat melesat dari garis start. Tak lama kemudian, kedua pembalap Aston Martin diperingatkan untuk mengurangi kecepatan di trek demi menjaga suhu mesin agar tidak membahayakan.
Pada akhir lap ke-3, kedua mobil Aston Martin masuk pit untuk menghindari antrean dan menurunkan suhu. Sayangnya, usaha itu gagal. Alonso harus menyingkir dan mengakhiri balapan lebih awal, sementara Stroll yang masih berusaha terus akhirnya disuruh berhenti dan memarkir mobilnya. Keduanya hanya tercatat menyelesaikan lima lap balapan.
Alonso Ungkap Frustrasi dan Harapan untuk Masa Depan
Alonso tak bisa menyembunyikan kecewaannya karena terpaksa menyerah dini walau sudah dicoba berbagai cara untuk mendinginkan mobil. Ia bicara bahwa GP Meksiko memang selalu jadi tantangan besar buat power unit, terutama karena faktor ketinggian lokasi.
“GP Meksiko selalu memberi tantangan besar buat power unit dan hal-hal seperti itu. Walau begitu, ternyata belum cukup, jadi kami harus retire mobil,” ujar Alonso. “Sesi latihan bebas lancar, banyak lap sudah kami kerjakan, tapi pas momen penting kualifikasi dan balapan, kami gagal mencatat lap cukup banyak.”
Ia juga menambahkan bahwa tantangan dari ketinggian dan kondisi setempat mungkin diperkirakan kurang tepat oleh tim power unit. Meski berat, Alonso melihat ini sebagai bagian proses belajar yang harus dilalui. Dia percaya tim sudah sadar akan masalah yang ada dan yakin dengan mesin baru yang tengah diuji coba untuk musim depan.
“Tim power unit saat ini sedang menguji mesin baru, dan saya percaya proyek baru itu akan lebih baik. Mobil di sisi chassis juga berkembang ke arah yang tepat,” tambah Alonso.
Penjelasan Honda Soal Masalah Pendinginan di Meksiko
Dari kubu Honda, Shintaro Orihara sebagai General Manager dan Chief Engineer di lintasan menjelaskan bahwa masalah yang muncul terkait sirkuit pendinginan ERS (Energy Recovery System) yang mengalami tekanan berlebihan dalam kondisi tertentu saat balapan di Meksiko.
“Lap balapan berjalan normal, tapi di situasi khusus kami menemukan stres di sirkuit pendinginan ERS yang akhirnya menyebabkan mobil berhenti. Ini karena pengaruh altitude yang tinggi,” ujar Orihara.
Dia juga mengungkapkan bahwa karena masalah ini cuma terjadi di beberapa situasi spesifik, mobil sebenarnya bisa berjalan normal di mayoritas lap, tapi situasi-situasi khusus ini yang bikin masalah muncul di Meksiko.
Orihara dan timnya melihat ini sebagai bagian dari kurva belajar yang harus dilalui sepanjang musim. Mereka akan membawa semua data dan masukan pembalap untuk dipelajari lebih dalam di pabrik demi perbaikan di masa depan.
Aston Martin Lewat Mike Krack: Ada Sisi Positif dari Latihan Bebas
Mike Krack, Chief Trackside Officer Aston Martin, mengakui bahwa walau balapan berakhir mengecewakan, ada juga hal positif yang bisa diambil dari kecepatan Alonso di latihan bebas.
“Kami perlu analisis lebih dalam untuk memahami seluruh kondisi, tapi memang ada tanda-tanda yang menyemangati di sisi kecepatan. Namun, ada kekhawatiran soal tantangan cooling yang terasa sejak awal dan terus mengiringi sepanjang akhir pekan,” kata Krack.
Krack menjelaskan pengaruh ketinggian dan suhu di lintasan yang berdampak pada pendinginan, kestabilan mobil, dan grip. Meski demikian, Krack menyebut permukaan lintasan yang baru ternyata memberikan grip yang cukup baik, terutama di bagian baru. Itu jadi hal yang sedikit menghibur di tengah perjuangan mereka.
Sudut Pandang Menjelang Balapan
Kegagalan Aston Martin di GP Meksiko jadi pengingat bahwa masalah teknis, terutama yang terkait power unit, tetap jadi batu sandungan berat. Keputusan Honda mengganti mesin dan harapan Alonso ke proyek baru musim depan jadi penanda usaha keras untuk memperbaiki. Kunci berikutnya adalah lihat gimana perbaikan itu bisa diterjemahkan di trek, karena performa di latihan sudah janji banyak, walau di balapan malah kandas cepat.






